
Apakah kamu pernah bertemu dengan ungkapan ‘ずには’ dalam pelajaran bahasa Jepang? Ungkapan ini sangat penting untuk level JLPT N1 karena menyatakan suatu keharusan atau sesuatu yang tidak bisa dihindari. Memahami cara pakai ‘ずには’ membantu kamu berbicara lebih alami dan tepat dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari di Jepang.
Soal
やくそくを やぶった いじょう、あやまら _ すまない。
Pertanyaan: “やくそくを やぶった いじょう、あやまら _ すまない。” Kalimat ini ingin menyampaikan bahwa ketika seseorang telah melanggar janji, maka dia harus meminta maaf. Mengisi bagian kosong dengan benar sangat penting untuk mengekspresikan arti keharusan dalam bahasa Jepang.
- ずとも
- ずには
- なくは
- ないと
Jawaban
ずには (zu ni ha) berarti “tidak bisa tidak…” atau “harus melakukan…”. Dalam kalimat, ‘あやまらずにはすまない’ berarti “harus minta maaf”, “tidak bisa tidak minta maaf”. Ini menunjukkan sebuah keharusan, bahwa suatu tindakan tak bisa dihindari.
Mengapa?
Bentuk ‘ずには’ berasal dari bentuk negatif dari kata kerja diikuti oleh partikel yang menyatakan keharusan atau tidak bisa dihindari suatu tindakan. Gabungan ini dipakai untuk menunjukkan bahwa jika suatu hal tidak dilakukan, maka ada konsekuensi yang serius. Dalam kalimat ini, ‘やくそくを破った以上’ berarti ‘setelah melanggar janji’, diikuti ‘謝らずにはすまない’ yang berarti ‘tidak bisa tidak minta maaf’ atau ‘harus minta maaf’. Ungkapan ini sering ditemukan dalam situasi formal atau serius, seperti di tempat kerja, ketika seseorang benar-benar harus bertanggung jawab. Memahami dan menggunakan dengan tepat membantu komunikasi Anda lebih lancar dan sopan di Jepang.
Mengapa pilihan lain salah?
- ずとも (zu tomo): artinya ‘meskipun tidak… tetap…’, contoh: “行かずとも電話すればいい。” (Tidak perlu datang, cukup telepon saja.)
- なくは (naku wa): biasanya memberikan kesan pengecualian, artinya ‘tidak sepenuhnya tidak…’, contoh: “行かなくはないけど、あまり好きじゃない。” (Aku tidak sepenuhnya tidak mau pergi, tapi tidak terlalu suka.)
- ないと (nai to): digunakan untuk menyatakan kondisi, artinya ‘jika tidak…’, contoh: “宿題をしないと怒られる。” (Kalau tidak mengerjakan PR, akan dimarahi.)
Contoh
- 約束を破った以上、謝らずにはすまない。 (やくそくをやぶったいじょう、あやまらずにはすまない) – Setelah melanggar janji, harus minta maaf.
- 仕事を休むときは、連絡せずにはいられない。 (しごとをやすむときは、れんらくせずにはいられない) – Saat mau istirahat kerja, tidak bisa tidak memberi kabar.
- あの話は秘密だから、誰にも言わずにはいられない。 (あのはなしはひみつだから、だれにもいわずにはいられない) – Karena cerita itu rahasia, tidak bisa tidak menyimpan rahasia.
- 危ないところを見た以上、助けずにはいられない。 (あぶないところをみたいじょう、たすけずにはいられない) – Setelah melihat situasi berbahaya, harus membantu.
Contoh percakapan
A: 昨日、約束を破ったよね?謝らないとだめだよ。 (きのう、やくそくをやぶったよね?あやまらないとだめだよ) — Kemarin kamu melanggar janji, kan? Harus minta maaf.
B: そうだね。やっぱり謝らずにはすまないと思う。 (そうだね。やっぱりあやまらずにはすまないとおもう) — Betul. Aku pikir memang tidak bisa tidak minta maaf.
A: 仕事でも同じで、ミスしたら報告せずにはいられないよ。 (しごとでもおなじで、ミスしたらほうこくせずにはいられないよ) — Di pekerjaan juga sama, kalau salah harus lapor.
B: はい、これからはきちんと報告します。 (はい、これからはきちんとほうこくします) — Ya, mulai sekarang aku akan melapor dengan benar.
Kapan dipakai?
- Saat minta maaf secara resmi di tempat kerja ketika melakukan kesalahan.
- Ketika melaporkan sesuatu yang penting yang tidak boleh diabaikan.
- Dalam kalimat formal yang menegaskan kewajiban melakukan sesuatu.
- Sering muncul dalam dokumen, pelatihan kerja, dan pembelajaran JLPT N1 sebagai ekspresi wajib.