Penggunaan -て dalam kalimat せかいの へいわを ねがって やまない – JLPT N1

Penggunaan -て dalam kalimat せかいの へいわを ねがって やまない - JLPT N1

Saat belajar bahasa Jepang, kamu mungkin menemui kalimat せかいの へいわを ねがって やまない dan bingung memilih partikel penghubung yang tepat antara kata kerja ねがう dan やまない. Artikel ini akan menjelaskan cara menggunakan pola -て dalam kalimat tersebut. Ini penting karena membantu kamu menyampaikan aksi yang berkelanjutan atau alasan secara tepat, khususnya saat ingin menyatakan keinginan atau emosi yang terus menerus. Yuk, coba pelajari bersama!

Soal

せかいの へいわを ねがっ _ やまない。

Dalam kalimat せかいの へいわを ねがっ _ やまない, partikel penghubung mana yang harus dipilih agar maknanya tepat? Memahami penghubung ini penting untuk mengekspresikan harapan yang terus berlanjut.

  1. ても
  2. てこそ
  3. て
  4. ては

Jawaban

て (te) – “せかいの へいわを ねがって やまない” artinya “terus berharap perdamaian dunia”. Ini adalah penghubung antara kata kerja ねがう (berharap) dan やまない (tidak berhenti).

Mengapa?

Kata kerja diubah ke bentuk て untuk menghubungkan dengan kata kerja atau ungkapan lain yang menggambarkan keadaan atau aksi yang berkelanjutan. Di sini, ねがう (berharap) menjadi ねがって untuk menghubungkan dengan やまない (tidak berhenti). Kalimat ini menunjukkan seseorang terus berharap perdamaian dunia tanpa henti. Bentuk て adalah cara penghubung paling umum dalam bahasa Jepang yang menunjukkan keterkaitan antara dua aksi atau kondisi.
Selain itu, ねがう (願う) dengan kanji 願 memiliki arti berdoa atau berharap. Kata ini umum digunakan dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari saat membicarakan harapan yang serius atau mendalam.
Kalimat ini dengan pola -て mengekspresikan perasaan yang terus-menerus dan cocok untuk menyampaikan sesuatu yang penting atau sungguh-sungguh.

Mengapa pilihan lain salah?

  • ても (temo) – berarti “meskipun”, contoh: 雨が降っても、行きます。(あめがふっても、いきます。 Meskipun hujan, saya tetap pergi.) Tidak cocok karena kalimat asli tidak bermaksud untuk menunjukkan pengakuan atau pertentangan.
  • てこそ (tekoso) – artinya “hanya jika”, contoh: 努力してこそ、成功する。(どりょくしてこそ、せいこうする。 Hanya dengan usaha, kita bisa berhasil.) Tidak tepat karena kalimat harapan ini bukan kondisi khusus.
  • ては (tewa) – berarti “jika”, dengan nuansa negatif, contoh: 食べては、すぐ寝る。(たべては、すぐねる。 Jika makan lalu tidur segera, itu tidak baik.) Kalimat ini tidak bermaksud negatif atau kondisi.

Contoh

  1. 私は平和を願ってやまない。(わたしはへいわをねがってやまない。 Saya terus berharap akan perdamaian.)
  2. 安全に仕事ができるように願っています。(あんぜんにしごとができるようにねがっています。 Saya berharap bisa bekerja dengan aman.)
  3. 彼は成功を信じてやまない。(かれはせいこうをしんじてやまない。 Dia terus percaya pada kesuksesan.)
  4. 私たちは家族の健康を願っています。(わたしたちはかぞくのけんこうをねがっています。 Kami berharap kesehatan keluarga selalu baik.)

Contoh percakapan

A: せかいのへいわをねがっていますか? — Apakah kamu sedang berharap perdamaian dunia? B: はい。私はずっと願ってやみません。 — Ya. Saya terus berharap tanpa henti. A: なぜそんなに強く願うのですか? — Kenapa kamu berharap begitu kuat? B: 平和がなければ、安心して暮らせませんから。 — Karena tanpa perdamaian, kita tidak bisa hidup dengan tenang.

Kapan dipakai?

  • Ditemukan pada kalimat yang mengungkapkan harapan, impian, atau keinginan kuat yang berlangsung terus-menerus.
  • Sering muncul dalam berita atau tulisan ketika menjelaskan perasaan terus-menerus seseorang tentang sesuatu yang penting, seperti perdamaian atau kesehatan.
  • Dengarkan dalam pidato atau percakapan yang menunjukkan ketulusan dan keteguhan harapan.
  • Digunakan dalam puisi, pepatah, atau kutipan yang membahas tentang impian dan kepercayaan.
上部へスクロール