
Saat bekerja atau tinggal di Jepang, kamu akan sering mendengar kalimat yang mengandung ungkapan kontradiksi atau pengakuan, misalnya kalimat 『おかねがないながらも、高いものを買ってしまった。』. Ungkapan ‘ながらも’ sangat berguna untuk menunjukkan sebuah pengakuan atau kontras ringan antara dua hal. Mari kita pelajari makna dan cara menggunakan ‘ながらも’ supaya kamu bisa memakai kalimat ini dengan percaya diri dan benar dalam komunikasi sehari-hari!
Soal
おかねが ない _、たかい ものを かって しまった。
Pertanyaan: Pilih kata yang tepat untuk mengisi bagian kosong dalam kalimat 「おかねがない _、たかい ものを かって しまった。」. Kalimat ini bermakna “Meskipun tidak punya uang, saya tetap membeli barang mahal.” Memahami penggunaan kata penghubung yang tepat sangat penting agar kalimatmu natural saat digunakan sehari-hari.
- とたん
- ばかり
- ながらも
- うちに
Jawaban
Jawaban yang benar adalah 3. ながらも (nagara mo). Arti dari kata ini adalah “meskipun” atau “walaupun”, digunakan untuk menunjukkan pengakuan atau kontradiksi ringan antara dua kalimat.
Mengapa?
‘ながらも’ adalah bentuk yang lebih formal dari ‘ながら’ yang dipakai untuk menunjukkan sikap mengaku atau pertentangan kecil antara dua hal dalam sebuah kalimat. Dalam kalimat contohnya, kamu tidak punya uang (おかねがない), tetapi tetap membeli barang mahal. Ini menunjukkan kontradiksi tapi tetap terjadi. ‘ながらも’ menghubungkan kedua klausa ini dengan halus dan menekankan makna “meskipun begitu”. Ungkapan ini sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, di berita, dan tulisan resmi.
Walaupun ‘ながら’ ada kanjinya 乍ら, biasanya tulisan sehari-hari memakai hiragana. Kata ini biasa dipasangkan dengan verb atau adjective untuk menyampaikan keadaan atau perasaan.
Mengapa pilihan lain salah?
- 1. とたん (totan): berarti “baru saja… kemudian”. Contoh: 電車に乗ったとたんに、ドアが閉まりました。 (でんしゃにのったとたんに、ドアがしまリました。Begitu saya naik kereta, pintu tertutup.) Tidak cocok karena tidak menunjukkan waktu kejadian melainkan hubungan sebab-akibat.
- 2. ばかり (bakari): berarti “hanya/selalu…”. Contoh: 子供は遊んでばかりいる。 (こどもはあそんでばかりいる。Anak-anak selalu bermain.) Tidak cocok untuk mengekspresikan pengakuan atau pertentangan.
- 4. うちに (uchi ni): berarti “selama/memanfaatkan waktu…”. Contoh: 若いうちに日本へ来ました。 (わかいうちににほんへきました。Saya datang ke Jepang saat masih muda.) Tidak sesuai konteks pengakuan pertentangan seperti dalam kalimat contoh.
Contoh
- お金がないながらも、友達にプレゼントを買いました。 (おかねがないながらも、ともだちにプレゼントをかいました。Meskipun tidak punya uang, saya tetap membeli hadiah untuk teman.)
- 忙しいながらも、運動する時間を作っています。 (いそがしいながらも、うんどうするじかんをつくっています。Meskipun sibuk, saya menyempatkan waktu untuk berolahraga.)
- 天気が悪いながらも、外で仕事をしました。 (てんきがわるいながらも、そとでしごとをしました。Meskipun cuaca buruk, saya tetap bekerja di luar.)
- 疲れているながらも、夜遅くまで勉強しました。 (つかれているながらも、よるおそくまでべんきょうしました。Meskipun lelah, saya belajar sampai larut malam.)
Contoh percakapan
A: お金がないのに、高いものを買ってしまったね。 — Kamu tidak punya uang, tapi tetap beli barang mahal ya.
B: そうだね。ないながらも、自分へのご褒美だよ。 — Iya, meskipun tidak ada uang, ini hadiah untuk diriku sendiri.
A: 気をつけてね、無理しないほうがいいよ。 — Hati-hati ya, jangan terlalu memaksakan diri.
B: ありがとう。次からはもっと節約するよ。 — Terima kasih. Mulai berikutnya saya akan lebih hemat.
Kapan dipakai?
- Digunakan untuk mengatakan “meskipun… tapi tetap…” misalnya saat ingin menegaskan bahwa walaupun ada kesulitan, kamu tetap berusaha melakukan sesuatu.
- Muncul di berita dan media untuk menunjukkan keadaan kontradiktif atau pengakuan dalam berbagai situasi.
- Sering dipakai dalam percakapan sehari-hari dengan teman atau rekan kerja untuk menjelaskan situasi saat ada kondisi kurang mendukung tapi tetap melakukan sesuatu.
- Ditemui dalam soal ujian JLPT level N3 untuk menguji pemahaman tata bahasa pengakuan / penolakan hal kecil.