Arti よう pada Kalimat Bahasa Jepang JLPT N1 – Penggunaan よう untuk Kondisi Jika

Arti よう pada Kalimat Bahasa Jepang JLPT N1 – Penggunaan よう untuk Kondisi Jika

Apakah kamu sudah tahu bagaimana penggunaan よう dalam kalimat bahasa Jepang? Ini adalah tata bahasa penting pada level N1 yang dipakai untuk menyatakan kondisi atau situasi jika sesuatu terjadi. Dalam bekerja di Jepang, kamu akan sering mendengar atau menggunakan bentuk ini saat membahas kemungkinan kesalahan atau kecelakaan. Yuk, pelajari supaya kamu bisa berbicara dengan tepat dan mengerti arti sebenarnya!

Materi ini bagian dari belajar bahasa Jepang online gratis di QPID — bersama guru dan teman-teman Indonesia.

Soal

しっぱいし _ ものなら、おおごとだ。

Pertanyaan: Pada kalimat 「しっぱいし _ ものなら、おおごとだ。」, kata apa yang cocok untuk mengisi bagian kosong? Penting untuk memahami penggunaan よう ketika ingin menyatakan kondisi jika dalam bahasa Jepang.

  1. ない
  2. よう
  3. る
  4. た

Jawaban

Jawaban yang benar: 2. よう
Bacaan (reading): よう
Arti: Jika… (digunakan untuk menyatakan kondisi atau kemungkinan, terutama yang buruk)
Kanji: Biasanya ditulis dengan hiragana よう seperti di sini.

Mengapa?

よう dalam kalimat ini adalah bentuk penujukan kondisi atau pengandaian, seperti “jika” atau “seandainya” dalam bahasa Indonesia. Kalimat “しっぱいしようものなら、おおごとだ。” artinya “Jika sampai gagal, itu masalah besar.” Bentuk ini digunakan untuk menekankan akibat yang sangat serius bila suatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Frasa ようものなら sering dipakai untuk memperingatkan atau menunjukkan kekhawatiran yang kuat.

Dalam kalimat ini, kanji 「失敗」(しっぱい) berarti kegagalan, kesalahan, sering muncul dalam konteks pekerjaan. Misalnya saat terjadi kesalahan kerja atau mesin rusak, atasan atau rekan kerja bisa berkata seperti ini untuk memberi peringatan agar kamu lebih hati-hati.

Mengapa pilihan lain salah?

  • ない (nai) – Bentuk negatif
    Contoh: ミスはしないように気をつけています。 (みすはしないようにきをつけています。) Saya berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.
    Tidak cocok di sini karena kalimat meminta bentuk pengandaian, bukan negatif langsung.
  • る (ru) – Akhiran kata kerja kelompok I dan II
    Contoh: エラーが起きると困ります。 (えらーがおきるとこまります。) Kalau terjadi error akan merepotkan.
    Hanya bentuk dasar, bukan bentuk pengandaian khusus.
  • た (ta) – Bentuk lampau
    Contoh: 失敗したら、またやり直しましょう。 (しっぱいしたら、またやりなおしましょう。) Kalau gagal, mari kita ulangi.
    Bentuk ini benar sebagai pengandaian, tapi pada kalimat soal yang tepat adalah ようものなら untuk memberi kesan peringatan lebih kuat.

Contoh

  1. ルールを破ろうものなら、すぐに注意されます。 (るーるをやぶろうものなら、すぐにちゅういされます。) Jika kamu melanggar aturan, kamu akan langsung ditegur.
  2. 大事な機械を壊そうものなら、仕事が止まってしまう。 (だいじなきかいをこわそうものなら、しごとがとまってしまう。) Kalau sampai merusak mesin penting, pekerjaan akan berhenti.
  3. 遅刻しようものなら、上司に怒られますよ。 (ちこくしようものなら、じょうしにおこられますよ。) Kalau kamu terlambat, bos akan marah.
  4. 使い方を間違えようものなら、事故になるかもしれません。 (つかいかたをまちがえようものなら、じこになるかもしれません。) Kalau salah cara pakai, mungkin akan terjadi kecelakaan.

Contoh percakapan

A:新しい機械、使い方わかる? — Apakah kamu tahu cara memakai mesin baru?
B:まだちょっと心配だよ。失敗しようものなら、大変だからね。 — Saya masih agak khawatir. Kalau sampai gagal, akan jadi masalah besar.
A:そうだね。気をつけて作業しよう。 — Betul. Mari hati-hati saat bekerja.
B:はい、ミスしようものなら困るから。 — Ya, kalau sampai salah akan merepotkan.

Kapan dipakai?

  • Digunakan saat memberi peringatan tentang akibat serius jika membuat kesalahan, terutama dalam pekerjaan di pabrik atau konstruksi.
  • Dipakai untuk peraturan di tempat kerja agar pekerja sadar risiko jika melanggar aturan.
  • Sering muncul dalam pelatihan keselamatan kerja agar pekerja selalu berhati-hati.
  • Digunakan dalam percakapan sehari-hari antara rekan kerja untuk menekankan pentingnya kehati-hatian.

👉 Daftar gratis di QPID untuk belajar bahasa Jepang bersama guru dan teman-teman Indonesia.

上部へスクロール